Seminar Nasional Hari Pahlawan

Seminar Nasional Hari Pahlawan

Kamis 9/11/2017, Assalamualaikum Wr Wb. Hidup Mahasiswa !!, Jas Merah !!,

Mengapa Hari Pahlawan Bangsa kita diperingati pada setiap tanggal 10 November ??, Mungkin karena pada tanggal itulah para pahlawan bangsa telah bertempur habis-habisan demi mempertahankan kemerdekaan bangsa kita, yaitu bangsa Indonesia. Dengan hanya bersenjatakan bambu runcing, Para Pejuang ini mampu menghadapi Tentara Inggris di Surabaya dengan semangat juang yang tinggi dan gagah berani.

Persenjataan dan Perlengkapan perang yang dimiliki bangsa kita saat itu sangat lah minim. Akan tetapi, perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan untuk bangsa kita sangatlah besar. Terdapat satu tokoh yang terkenal pada saat itu, ia adalah Bung Tomo. Bung Tomo sanggup mengobarkan semangat para pemuda di Surabaya melalui pidatonya di siaran siaran radio pada saat itu.

Memang pada zaman sekarang ini bangsa Indonesia tidak lagi turut melawan para penjajah seperti halnya para pahlawan di kala itu, namun tugas kita sebagai penerus bangsa saat ini adalah meneruskan kembali semangat juang dan pantang menyerah para pahlawan kita terdahulu seiring dengan perkembangan zaman.

Nah demi menghormati dan membangkitkan kembali semangat juang para pahlawan yang mungkin agak memudar di zaman milenial ini, Himaprodi Pendidikan Sejarah di bawah naungan Divisi Sosial Politik atau Sospol mengadakan Seminar Nasional Hari Pahlawan dengan tema “Momentum kebangkitan pemuda di zaman Milenial”.

Seminar yang diadakan pada tanggal 9 November dan bertempat di ruang Pascasarjana Hukum UR Gobah ini juga turut mengundang 3 Pemateri yang ahli dalam bidangnya masing-masing.

Pemateri pertama adalah Prof. Drs Suwardi M.S, Dalam materinya Prof. suwardi membahas mengenai semangat patriotisme yang harus dimiliki seluruh pemuda indonesia dalam memaknai hari pahlawan tersebut, dalam hal ini juga prof suwardi memaparkan mengenai perjuangan pahlawan di riau untuk mencapai cita-cita bangsa untuk mempersatukan dan mensejahterakan masyarakat dari bayang-bayang bangsa kolonial.

Materi selanjutnya disampaikan oleh pemateri dari ketua DPP LVRI yaitu Hj Syamsul Djafar S.H, ia memaparkan bahwa semangat perjuangan bangsa indonesia yang dimiliki para pejuang dan pahlawan bangsa haruslah di wariskan kepada pemuda untuk membuat bangsa yang kuat , ia juga mengungkapkan peristiwa agresi militer I dan II yang  kuat dari segi persenjataan dan kompenen prajurit dapat di taklukan oleh para pejuang hal ini disebabkan semangat membela tanah air tanpa memperdulikan latar belakang suku, ras, agama. hal inilah yang harus dipahami  pemuda agar bangsa ini tidak tercerai – berai.

Drs .Prof ishjoni M.Si sebagai pemateri ketiga juga mengungkapkan bahwa musuh terbesar bangsa ini adalah pendidikan yang belum menunjukan karakter terhadap peserta didik sehingga dengan tiadanya karakter yang kuat sulit untuk memaknai jiwa nasionalis dalam benak peserta didik, hal inilah yang memicu  banyak moral yang tidak terkendali yang dilakukan anak zaman sekarang seperti:  penyalagunaan narkoba, tawuran dan berbagai kenakalan remaja lainnya.

Sebagai penutup dari ketiga pemateri tsb, ketua pelaksana acara seminar yaitu saudara Fakhran hirzi mengungkapkan “bahwa bangsa besar haruslah menghargai jasa para pahlawan agar nantinya terwujud bangsa yang kuat melalui generasi penerus yaitu : pemuda”.

Semoga dengan berlangsungnya acara ini bisa membangkitkan kembali semangat juang kita sebagai pemuda milenial untuk negeri ini.